SOP PENGEMBANGAN SISTEM

SOP Pengembangan Sistem Informasi

Tujuan

SOP ini bertujuan untuk mengatur proses pengembangan sistem informasi di lingkungan Primakara University agar setiap sistem yang dibuat memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kemudahan pemeliharaan sesuai dengan kebijakan Direktorat Teknologi Informasi (DTI).


Ruang Lingkup

SOP ini berlaku untuk seluruh kegiatan pengembangan sistem informasi internal maupun eksternal yang dilakukan oleh DTI, baik untuk kebutuhan akademik administratif maupun operasional.

Pihak yang terlibat dalam proses ini meliputi:

  • Owner: pemilik sistem atau pihak yang mengajukan pengembangan.
  • DTI: pengembang dan pengelola sistem.
  • End User: pengguna akhir sistem yang melakukan uji coba dan memberikan masukan.

Referensi

  • Standar Pengembangan Aplikasi DTI Primakara
  • Panduan Penulisan Dokumentasi Teknis DTI
  • Panduan Pengujian dan QA Sistem Informasi DTI

Uraian Prosedur

1. Perencanaan dan Desain Sistem

  • Proses dimulai dari hasil persetujuan pengajuan sistem melalui SOP Pengajuan Sistem Internal.
  • Tim DTI melakukan pertemuan desain bersama Owner dan End User untuk menentukan:
    • Kebutuhan fungsional dan non-fungsional.
    • Arsitektur sistem.
    • Alur proses dan peran pengguna.
  • Dokumen desain sistem (System Design Document) disusun dan disetujui oleh Owner sebelum tahap pengembangan dimulai.

2. Pemilihan Teknologi dan Framework

  • Bahasa pemrograman dan framework harus mengikuti rekomendasi DTI:
    • Backend: PHP 8.2+ menggunakan Laravel 9+
    • Frontend: React / Next.js atau Vue / Nuxt
    • UI Framework: TailwindCSS
  • Sistem harus dikembangkan menggunakan Docker agar lingkungan pengembangan dan deployment konsisten.

3. Pengembangan Sistem

  • Pengembangan dilakukan di bawah pengawasan DTI dengan menerapkan praktik coding standar dan struktur repository yang terdokumentasi.
  • Semua proyek harus menggunakan repositori di GitHub Organization: DTI-Primakara.
  • Branch utama yang digunakan:
    • main untuk production.
    • develop atau dev untuk pengembangan aktif.
  • Semua Pull Request (PR) harus ditinjau minimal oleh satu anggota DTI sebelum digabung ke branch utama.

4. Penyusunan Dokumentasi

  • Setiap sistem wajib memiliki dokumentasi yang mencakup:
    • Arsitektur sistem.
    • Petunjuk instalasi dan konfigurasi Docker.
    • Panduan setup environment.
    • Struktur database.
    • Alur bisnis utama.
  • Dokumentasi disimpan dalam repository GitHub dan diverifikasi oleh QA sebelum rilis.

5. Uji Coba dan Validasi

  • QA melakukan blackbox testing untuk memastikan fungsi sistem sesuai kebutuhan pengguna tanpa melihat kode sumber.
  • QA menyusun laporan hasil pengujian dan menyiapkan User Guide untuk end user.
  • Revisi dilakukan oleh tim DTI berdasarkan temuan QA atau masukan dari End User.

6. Persetujuan dan Deployment

  • Setelah sistem dinyatakan stabil oleh QA, Owner melakukan peninjauan akhir dan memberikan approval sebelum deployment.
  • Deployment dilakukan menggunakan Docker dan GitHub Actions sesuai standar DTI.
  • DTI memastikan seluruh environment production sudah aman dan siap digunakan sebelum sistem aktif.

7. Pemeliharaan dan Pembaruan

  • Setelah sistem dirilis, DTI bertanggung jawab atas pemeliharaan rutin dan pembaruan keamanan.
  • Perubahan besar atau penambahan fitur harus mengikuti proses pengajuan ulang sesuai SOP Pengajuan Sistem Internal.

Rekaman Terkait

No Nama Dokumen Penanggung Jawab Lokasi Penyimpanan
1 Dokumen Desain Sistem DTI / Owner Repositori GitHub DTI-Primakara
2 Dokumentasi Teknis DTI Repositori GitHub DTI-Primakara
3 Laporan Pengujian QA QA DTI Arsip QA DTI
4 User Guide QA DTI Portal Dokumentasi DTI
5 Persetujuan Deployment Owner / DTI Arsip DTI
6 Log Deployment DTI Sistem CI/CD GitHub Actions

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top